Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Perlu Diusut : Rp119 Miliar Jalan Bikang–Jeriji Retak Lagi 200 Meter, Tambal Rp35 Juta Hanya Tahan 3 Bulan: Di Mana Pengawasan?

BANGKA SELATAN, TOBOALI — Kekecewaan mendalam dirasakan warga pengguna Jalan Raya Bikang–Jeriji. Jalan yang dibangun dengan biaya mencapai Rp119 miliar dan menggunakan teknologi modern berupa mortar foam, kini kembali memperlihatkan keretakan parah sepanjang hampir 200 meter.
 
Padahal, perbaikan di lokasi tersebut baru saja dilakukan — selesai kurang dari tiga bulan lalu. Pekerjaan yang dikerjakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Babel tampaknya tidak menyentuh akar persoalan. Keretakan kembali terbuka dan terlihat jelas sepanjang ruas mendekati Jembatan Bikang.
 
Retak Lagi, Padahal Baru Ditambal
 
Pemantauan awak media pada 26 Agustus 2026 memperlihatkan keretakan yang menjalar di sepanjang badan jalan. Bagian yang sebelumnya ditambal pun kini kembali pecah dan terlihat jelas saat dilintasi kendaraan.
 
Secara teknis, biaya penambalan di lokasi ini tidak sedikit. Satu penanganan celah dengan metode sand sheet saja diperkirakan menghabiskan sekitar Rp35 juta. Namun hasilnya hanya bertahan singkat, memunculkan pertanyaan tajam: di mana letak kesalahannya?
 
Dugaan Kelemahan Konstruksi & Pengawasan Lemah
 
Fakta bahwa perbaikan berumur kurang dari tiga bulan sudah rusak kembali memunculkan dua dugaan kuat di kalangan warga dan pengamat:
 
- Pengawasan di lapangan tidak ketat, sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak berjalan sesuai standar dan spesifikasi teknis;
- Kualitas konstruksi awal tidak memenuhi syarat, sehingga kerusakan berulang terus terjadi meski sudah ditambal berkali-kali.
 
Warga pun mempertanyakan efektivitas belanja pemeliharaan yang terus dikeluarkan. Apakah biaya perbaikan ini hanya menjadi pengeluaran rutin yang tidak pernah menyelesaikan masalah secara permanen?
 
Masih Menunggu Penjelasan Resmi
 
Hingga berita ini diterbitkan, awak media terus berupaya mengonfirmasi langsung kepada pihak BPJN Babel serta instansi terkait. Awak media meminta penjelasan mengenai penyebab kerusakan berulang, langkah perbaikan permanen yang akan diambil, serta jaminan agar kerusakan serupa tidak terulang kembali.
 
Warga berharap persoalan ini tidak hanya ditambal sementara, melainkan dituntaskan dari akarnya.
 
(Redaksi)
 
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak