SUNGAIALIAT – Sinergi lintas instansi kembali membuahkan hasil signifikan. Tim gabungan yang terdiri dari Satlap Tri Cakti, Satgas Penertiban Kawasan Hutan, Pusintelmar TNI AL, Intel Korem 045/Garuda Jaya, Lanal Babel, dan Kejaksaan Tinggi Babel berhasil menggagalkan rencana penyelundupan sekitar delapan ton bijih timah ilegal yang hendak dikirim ke luar negeri. Pengungkapan dilakukan pada Sabtu (20/6/2026) di wilayah Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Berdasarkan keterangan resmi, operasi berawal dari informasi intelijen yang diterima pada Jumat (19/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Diduga kuat, komoditas tersebut dikumpulkan tanpa izin resmi dan direncanakan dikapalkan melalui jalur tidak resmi untuk menghindari pengawasan serta kewajiban pajak dan pungutan negara.
Setelah melakukan pemantauan dan pendalaman secara ketat, tim turun ke lokasi dan berhasil mengamankan 179 karung bijih timah dengan berat total sekitar 8 ton. Berdasarkan perhitungan nilai ekonomi dan potensi penerimaan negara, keberhasilan ini mencegah kerugian keuangan negara yang diperkirakan mencapai Rp7,4 miliar.
Temuan Krusial: Ada Dugaan Oknum yang Berperan Sebagai Pelindung
Hal yang membuat kasus ini lebih serius adalah ditemukannya indikasi kuat adanya keterlibatan oknum yang diduga berperan sebagai “pelindung” atau pendukung dalam jalannya aktivitas distribusi dan rencana pengiriman barang ilegal tersebut.
“Dugaan adanya pihak yang melindungi aktivitas ini sedang didalami secara mendalam. Kami akan buktikan berdasarkan alat bukti yang ada untuk memastikan peran masing-masing pihak,” tegas keterangan resmi Satlap Tri Cakti pada Senin (22/6).
Jika dugaan ini terbukti, maka kasus ini bukan sekadar tindak pidana penyelundupan biasa, melainkan mengindikasikan adanya jaringan terstruktur yang memanfaatkan kekuasaan atau posisi untuk melindungi kejahatan ekonomi.
Penelusuran Masih Berlanjut
Saat ini, pihak yang terlibat telah diserahkan ke instansi penyidik untuk diperiksa lebih lanjut. Seluruh barang bukti diamankan guna mendukung proses hukum.
Tim penyidik terus melacak jejak untuk mengungkap:
- Asal-usul bijih timah dan lokasi penambangannya
- Jalur pengangkutan yang digunakan selama ini
- Sumber pendanaan operasi
- Seluruh pihak di belakang layar, termasuk jaringan yang lebih luas hingga rencana pengiriman ke luar negeri
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap komoditas strategis masih memiliki celah yang dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab. Penindakan diharapkan tidak berhenti hanya pada pengamanan barang, tetapi sampai membongkar seluruh jaringan dan menjerat pihak pelindungnya agar tidak terulang kembali.
Tags:
Berita
