Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Tambang Rajuk Ilegal di Sungai Dekat Jembatan Riau Silip Diduga Dikendalikan Oknum Anggota Kodim



Bangka, 23 Maret 2025 – Aktivitas tambang rajuk ilegal semakin marak di wilayah Sungai dekat jembatan Jalan Maras Senang, Desa Bernai, Pangkal Niur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Terlihat jelas ponton apung beroperasi di sungai tersebut, diduga menambang timah secara ilegal.

Menurut informasi yang beredar, seorang pria bernama Adi disebut-sebut sebagai koordinator tambang ini. Lebih mengejutkan lagi, Adi diduga merupakan oknum anggota Kodim yang seharusnya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban.

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan aktivitas tambang ilegal ini. “Kami khawatir dengan dampak lingkungan, terutama pada kualitas air sungai dan ekosistem sekitarnya. Tapi kami juga takut melapor karena ada dugaan backing dari aparat,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tambang ini. Diharapkan pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan pertambangan ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Pihak Kodim serta aparat penegak hukum diminta untuk segera menyelidiki kebenaran informasi ini dan menindak tegas jika ditemukan keterlibatan anggotanya dalam aktivitas ilegal tersebut.

Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak