Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Warga Desa Kundi Marah, Tambang Ilegal Diduga Dikendalikan Mafia Tanpa Kompensasi untuk Desa


Warga Desa Kundi semakin geram dengan praktik tambang timah ilegal yang diduga dikendalikan mafia. Selama lebih dari dua bulan, sekitar 200 unit tambang ilegal beroperasi dengan produksi rata-rata 2,5 ton per hari. Namun, keuntungan dari aktivitas ini hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sementara desa tidak mendapat kompensasi apa pun.

Joto, yang mengendalikan sistem tambang, mewajibkan setiap penambang membayar pee Rp2.000/kg saat menimbang hasil tambang. Setelah itu, pembeli juga dikenakan pee Rp1.000/kg, sehingga Joto mengantongi Rp3.000/kg dari seluruh transaksi harian. Dengan rata-rata produksi 2,5 ton per hari, Joto meraup keuntungan sekitar Rp7 juta hingga Rp8 juta setiap hari tanpa memberikan kontribusi apa pun kepada desa.

Yang lebih parah, seluruh aktivitas ini berlangsung tanpa persetujuan Kepala Desa Kundi. Warga menilai tambang ilegal ini hanya menguntungkan mafia, sementara desa tidak mendapat manfaat sedikit pun.

Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum untuk segera menghentikan tambang ilegal ini dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. Jika tidak ada tindakan konkret, warga siap melakukan aksi lebih besar demi

Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak