Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

SATGASUS TIMAH PERIKSA SMELTER PT PANCA MEGA PERSADA DI SUNGAILIAT, DUGAAN PENIMBUNAN TIMAH DI TEMPAT TIDAK BEROPERASI


 

Sungailiat, – Pada Jumat (3/1/2026), Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Timah bekerja sama dengan personel BKO Korem 045/Garuda Jaya (Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) serta unsur Halilintar melakukan pemantauan terhadap smelter PT Panca Mega Persada (PMP) yang terletak di Kawasan Industri Jelitik, Sungailiat.
 
Pemantauan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut terhadap laporan masyarakat yang mengemukakan dugaan aktivitas mencurigakan: penimbunan pasir timah dan balok timah di smelter yang diketahui sudah tidak beroperasi. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim bergerak menuju area smelter. Setelah mengetuk pagar, petugas keamanan membuka akses masuk, memungkinkan tim untuk memasuki lokasi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
 
Setelah memasuki area smelter, tim pemantau bertemu dengan Veni Yanti, seorang karyawan yang mengaku bertugas menjaga lokasi sekaligus mengurus administrasi smelter PT PMP. Tim kemudian mengajukan permintaan untuk membuka gudang di area smelter guna melakukan pengecekan terkait dugaan penimbunan material timah. Namun, Veni Yanti meminta agar tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak penanggung jawab perusahaan yang berada di Jakarta sebelum melanjutkan pemeriksaan gudang.
 
Tak lama setelah permintaan koordinasi tersebut, tim dihubungi seseorang berinisial J yang mengaku sebagai penanggung jawab smelter PT PMP berdomisili di Jakarta. Dalam keterangannya, J menyatakan bahwa material yang berada di dalam smelter telah diperiksa oleh tim PKH dan Halilintar pada bulan November 2025 lalu. Selain itu, J juga menegaskan bahwa material tersebut saat ini berada dalam pengawasan langsung aparat penegak hukum (APH). Penjelasan ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap dugaan penimbunan pasir timah dan balok timah di smelter yang tidak beroperasi.
 
Tim pemantau menyatakan akan terus mengikuti perkembangan terkait kondisi material di smelter PT PMP dan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan pengelolaan sumber daya mineral.(Sumber Pewarta) 
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak