Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Dipimpin Eka Ratna, SMKN 3 Kotabumi "Rungkat"

Lampung Utara - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kotabumi Kabupaten Lampung Utara adalah kejuruan yang pada eranya menjadi sekolah yang sangat diminati para calon siswa dan sekolah favorit di kabupaten Lampung Utara. Namun saat ini, kondisinya tidak baik-baik saja (Babak-belur).

Babak-belur yang dimaksud adalah, Kepala sekolah yang sekarang nampak seperti raja sawer di atas panggung hiburan, mulai dari Kepala Dinas hingga wartawan di sawer oleh sosok kepala sekolah yang bernama Eka Ratna Krustiyanti yang diduga uang sawerannya diperoleh dari dana BOS.

Sibuk dengan tamu yang diterimanya disekolah, Eka Ratna bahkan kurang peduli dengan proses pembelajaran disekolah dan lupa dengan tanggung jawabnya, terlihat dari pelaporan anggaran dana BOS, Pengumpulan uang dari dokumen pertanggungjawaban yang tidak senyatanya digunakan untuk membiayai pengeluaran/kegiatan di luar Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), seperti sumbangan atau iuran kegiatan keagamaan dan organisasi lingkungan, honor guru honorer yang tidak masuk dalam Dapodik dan panitia kegiatan, honor pegawai non guru di sekolah, insentif untuk operator Dapodik, uang lembur panitia kegiatan sekolah seperti Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS), konsumsi tamu, biaya transportasi lokal, ongkos kirim barang dan pembiayaan kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN).

Pemerhati dunia pendidikan Kabupaten Lampung Utara menyoroti kinerja Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kotabumi Kabupaten Lampung Utara, Eka Ratna Krustiyanti, di usia yang sudah tidak muda lagi Eka Ratna dianggap gagal memajukan Sekolah yang notabene sekolah favorite di Kabupaten Lampung Utara.

Karena Disinyalir selalu memberikan upeti untuk bisa duduk menjadi Kepala Sekolah hingga memberikan uang saweran terhadap awak media, wajar saja Kinerja Kepsek SMK negeri 3 Kotabumi itu tidak terlihat begitu menonjol dibanding Kepala Sekolah Lainnya, padahal, di era saat ini Kepala Sekolah wajib menjadi Garda terdepan untuk memajukan sekolahnya masing-masing, dan kuat dugaan, Eka Ratna Krustiyanti tidak menguasai penggunaan aplikasi pembelajaran digital yang sedang diterapkan di seluruh sekolah, Eka Ratna hanya berkutat di pengelolaan Anggaran Dana BOS dan sibuk melayani para awak media yang datang.

"Selama ini saya pantau kinerja ibu Eka terkesan jalan ditempat, karena saya mencurigai kepsek itu sibuk di pengelolaan Dana BOS saja, oleh sebab itu kami meminta Pak Kadis Thomas Amirico untuk mengevaluasi kinerjanya, jangan sampai terdapat alasan yang dianggap konyol karena mendekati masa pensiun jadi faktor penyebabnya. Menurut saya itu hanya alasan untuk menghindari ketidakmampuan untuk menghadapi kemajuan zaman saat ini." Ungkap Erick.

Kalau melihat persaingan secara sehat untuk bisa menjadi seorang Kepala Sekolah, lanjut Erick, banyak sekali sosok-sosok guru hebat yang masih muda, cerdas dan visioner untuk bisa menggantikan posisi Kepsek SMK negeri 3 Kotabumi yang sudah berumur, sehingga bisa mengimplementasikan beberapa Program Kementrian Pendidikan di bidang Digitalisasi.

"Saya minta Pak Thomas untuk segera meroling Kepsek tersebut dengan segera agar SMK negeri 3 Kotabumi bisa maju dan berprestasi, jangan selalu memberi alasan sebentar lagi pensiun, kalau emang alasannya seperti itu kenapa tidak langsung pensiun saja sekarang, jangan malah ingin bertahan di tempat yang nyaman" Pinta Erick.

Kemampuan Kepala Sekolah saat ini memang sangat dibutuhkan banyak pihak, bukan hanya kemampuan akademik, fleksibilitas juga sangat dibutuhkan seorang kepala sekolah dalam rangka membawa nama baik sekolah yang dipimpin, untuk menuju Indonesia Emas tahun 2045. (Red)
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak