Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Diduga Ilegal, Galian C di Kampa Kulan Terus Berjalan — Jangkung Bungkam Saat Dikonfirmasi



Pangkal Pinang — Aktivitas galian C di kawasan Kampa Kulan, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, menjadi sorotan tajam. Pada Sabtu (26/4/2025), satu unit alat berat excavator terlihat aktif menggali tanah di lokasi tersebut.

Dugaan kuat muncul bahwa aktivitas ini tidak mengantongi izin resmi sebagaimana dipersyaratkan dalam peraturan pertambangan mineral bukan logam dan batuan (galian C).

Nama "Jangkung" disebut-sebut sebagai pemilik alat berat yang digunakan. Namun, saat dikonfirmasi terkait legalitas operasional di lokasi, Jangkung memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban apa pun.

Selain permasalahan izin, warga sekitar juga mengeluhkan dampak negatif dari aktivitas ini. Beberapa ruas jalan di sekitar lokasi dilaporkan mengalami kerusakan dan tertutup tumpukan tanah, sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Warga mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan, melakukan pemeriksaan, serta menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum dalam aktivitas tersebut. Kekhawatiran akan kerusakan lingkungan dan keselamatan masyarakat menjadi alasan utama permintaan tersebut.
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak