Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

PR Berat Penegak Hukum: Barang Tanpa Cukai Menggila, Negara Dirugikan Triliunan Rupiah


 
Krimsus tv– Fenomena peredaran barang ilegal tanpa cukai bukan lagi rahasia umum. Tidak hanya rokok, berbagai jenis komoditas lain juga diduga kuat masuk ke pasar secara gelap tanpa dokumen resmi, merugikan keuangan negara secara masif.
 
Situasi ini kini menjadi Pekerjaan Rumit (PR) berat bagi aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan penelusuran mendalam dan tindakan tegas.
 
"Barang tanpa cukai beredar luas di Indonesia. Tidak hanya rokok, barang lain pun banyak yang secara ilegal masuk tanpa ada dokumen yang sah," ungkap pengamat, Senin (7/4).
 
Masuknya barang-barang ilegal ini menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Selain hilangnya potensi penerimaan negara dari pajak dan cukai, praktik ini juga merugikan pedagang legal yang taat aturan, serta membahayakan konsumen karena barang yang beredar tidak melalui pengawasan standar kualitas.
 
Oleh karena itu, tekanan publik kini mengarah kepada instansi terkait untuk segera mengejar jaringan distribusi dan jalur masuknya barang-barang selundupan tersebut.
 
"Hal ini menjadi sorotan tajam bagi penegak hukum untuk segera melakukan penelusuran lebih lanjut, karena negara sangat dirugikan," tegasnya.
 
Masyarakat berharap adanya operasi besar-besaran yang tidak hanya menindak pedagang di tingkat bawah, tetapi juga memutus mata rantai hingga ke pemasok utama, demi mengamankan perekonomian negara.
 
(Red)
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak