Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

KABAR ISU! ,Baru Saja Ditertibkan, Tambang Selam di Laut Tembelok–Keranggan Kembali Menggila di Balik Gelap Malam

MENTOK – Kawasan perairan Laut Tembelok dan Keranggan, Kabupaten Bangka Barat, yang sebelumnya sudah dipasang tanda larangan penambangan dan pernah digerebek aparat, kini kembali menjadi sorotan tajam. Isu yang beredar menyebutkan, aktivitas penambangan timah menggunakan ponton selam kini kembali beroperasi secara leluasa, bahkan diduga sengaja berjalan di malam hari untuk mengelak pengawasan, Rabu (22/7/2026).
 
Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat peristiwa ini terjadi tak lama setelah pergantian pimpinan di jajaran Polres Bangka Barat. Padahal sebelumnya, Satpolairud pernah melakukan penertiban dan menangkap sejumlah pelaku, serta sempat mendapat penolakan tegas dari warga setempat yang menolak lautnya dijarah.
 
Kini puluhan ponton selam kembali memenuhi zona yang jelas-jelas dilarang untuk pertambangan. Warga dan pengamat pun mempertanyakan: siapa yang kini memberi perlindungan? Siapa yang berani memerintahkan pembukaan kembali zona larangan itu seolah wilayah bebas tanpa hukum?
 
"Baru saja ditenangkan, sekarang ramai lagi. Kerja malam, takut ketahuan. Siapa yang berani menjamin keamanan mereka?" demikian pertanyaan yang berkembang di masyarakat.
 
Fenomena ini semakin memperkuat dugaan adanya perlindungan yang membuat pelaku tambang ilegal merasa kebal hukum, meskipun sudah ada peringatan keras dan tindakan penegakan hukum sebelumnya.
 
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus menelusuri jejak aktivitas tersebut dan berupaya meminta konfirmasi resmi kepada pihak kepolisian serta instansi terkait di Bangka Barat. Perkembangan selanjutnya akan segera kami sampaikan.
 
(Redaksi)
 
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak