Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

POLA CERDIK PELAKU GALIAN C: SIANG KUMPULKAN PASIR, MALAM HARI BARU DIANGKUT

PANGKALAN BARU – Aktivitas pertambangan tanpa izin atau yang dikenal sebagai Galian C kembali mencuat dan menjadi sorotan tajam publik di Kabupaten Bangka Tengah. Ironisnya, praktik ilegal ini tampak berjalan leluasa tanpa ada tindakan hukum yang nyata, meski operasinya dilakukan secara terang-terangan.

 
Pantauan awak media di lokasi Jalan Bangdes, wilayah Bukit Kijang, Kecamatan Pangkalan Baru,pada Senin (30/3/2026), sebuah alat berat jenis excavator berwarna hijau terlihat jelas sedang beroperasi. Mesin raksasa itu tak malu-malu mengeruk tanah dan pasir di area yang seharusnya dilindungi atau menjadi aset jalan umum.
 
Pola "Kucing-Kucingan" yang Terstruktur
 
Yang menjadi perhatian khusus adalah cara kerja pelaku yang dinilai sangat sistematis dan penuh perhitungan, layaknya permainan kucing-kucingan dengan aparat.
 
Berdasarkan keterangan warga setempat, aktivitas ini dibagi menjadi dua tahap waktu untuk menghindari pengawasan.
 
"Permainannya aneh, siang hari pasirnya dikumpulkan dulu menggunakan alat berat, nanti malam baru diangkut menggunakan truk," ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
 
Metode ini dinilai cukup cerdik agar tidak mudah tertangkap basah saat proses pengangkutan yang biasanya lebih mudah dideteksi karena suara kendaraan dan volume muatan yang besar.
 
Siapa Dalang di Balik Layar?
 
Lebih jauh, sumber juga menegaskan bahwa aktivitas penggalian ini bukanlah tindakan main-main atau spontan. Penggunaan alat berat excavator menandakan adanya modal besar dan organisasi yang jelas di baliknya.
 
"Galian ini sudah lama berlangsung. Pasti ada bos yang bermain, karena aktivitas tersebut jelas menggunakan alat berat yang tidak mungkin dijalankan tanpa perencanaan matang," tambahnya.
 
Namun ironisnya, hingga saat ini identitas pemilik usaha ilegal tersebut masih menjadi misteri. Belum ada keterangan resmi maupun tindakan hukum yang menyentuh pihak-pihak yang diduga menjadi otak atau pemilik modal di balik operasi excavator tersebut.
 
Publik Menanti Kepastian Hukum
 
Kasus ini kembali menorehkan tanda tanya besar mengenai efektivitas penegakan hukum di lapangan. Bagaimana mungkin aktivitas skala besar dengan alat berat bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa ada penertiban?
 
Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian, khususnya Polres Bangka Tengah, untuk menanyakan langkah apa yang akan diambil terkait temuan ini.
 
Masyarakat kini menunggu, apakah dugaan adanya "pembiaran" atau sekadar kelalaian ini akan segera dijawab dengan tindakan tegas, atau justru berita ini akan lenyap begitu saja tanpa solusi.
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak